ASKEP BRONKOPNEUMONIA PDF

Pengkajian Fokus a. Pernapasan - Dispnea pada saat istirahat atau respon terhadap aktivitas atau latihan - Napas memburuk ketika klien berbaring telentang di tempat tidur - Menggunakan alat bantu pernapasan, misal meninggikan bahu, melebarkan hidung. Integritas ego - Ansietas - Ketakutan - Peka rangsangan - Gelisah f. Asupan nutrisi - Ketidakmampuan untuk makan karena distress pernapasan - Penurunan berat badan karena anoreksia g. Hubungan sosial - Keterbatasan mobilitas fisik - Susah bicara atau bicara terbata-bata - Adanya ketergantungan pada orang lain Pemeriksaan Penunjang a.

Author:Shakagal Zulkigul
Country:Burundi
Language:English (Spanish)
Genre:Software
Published (Last):19 September 2006
Pages:153
PDF File Size:15.61 Mb
ePub File Size:9.88 Mb
ISBN:612-7-55497-581-4
Downloads:96547
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Kajigal



Latar Belakang Bronkopneumonia adalah peradangan akut pada paru-paru yang mengenai satu atau beberapa lobus. Masalah yang sering muncul pada klien dengan Boncopnemonia adalah tidak efektifnya bersihan jalan napas, resiko tinggi terhadap infeksi, kurang pengetahuan, intolerasnsi aktivitas, tidak efektifnya pola napas.

Jika broncopnemonia terlambat didiagnosa atau terapi awal yang tidak memadai pada broncopnemonia dapat menimbulka empisema, rusaknya jalan napas, bronkitis, maka diperlukan asuhan keperawatan secara menyeluruh yang meliputi aspek promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif untuk mencegah komplikasi yang mungkin terjadi. Untuk itu, berdasarkan uraian diatas, kami merasa perlu membahas dan menelaah lebih dalam mengenai penyakit broncopneumonia untuk dapat mengetahui bagaimana melakukan asuhan keperawatan pada pasien bronkopnemonia dengan pendekatan proses keperawatan yang benar.

Rumusan Masalah Dalam kasus ini di temukan rumusan masalah sebagai berikut: a. Apa yang di maksud dengan Bronkopneumonia? Apa saja etiologi Bronkopneumonia? Bagaimana patofisiologi Bronkopneumonia? Bagaimana pathways dari Bronkopneumonia? Apa manifestasi klinik dari Bronkopneumonia? Apa komplikasi yang ditimbulkan oleh Bronkopneumonia? Bagaimana penatalaksanaan Bronkopneumonia? Bagaimana fokus keperawatan pasien dengan Bronkopneumonia?

Tujuan Untuk dapat mengetahui bagaimana asuhan keperawatan yang tepat pada pasien dengan penyakit broncopneumonia. Pengertian Menurut Betz. C , Pneumonia adalah inflamasi atau infeksi pada parenkim paru. Sedangkan menurut Suriadi , pneumonia adalah peradangan alveoli atau pada parenchim paru yang terjadi pada anak.

Pneumonia adalah suatu peradangan paru yang disebabkan oleh bermacam- macam etiologi seperti bakteri, virus, jamur dan benda asing IKA, Jadi bronkopnemonia adalah infeksi atau peradangan pada jaringan paru terutama alveoli atau parenkim yang sering menyerang pada anak — anak.

Bronkopneumonia adalah peradangan pada diding bronkus kecil disertai atelektasis daerah percabangannya. Dra Suryana Bronkopneumonia adalah merupakan suatu peradangan pada paru-paru yang dapat disebabkan oleh bermacam-macam etiologi seperti bakteri, virus, jamur dan benda asing.

Bronkopneumonia adalah suatu peradangan pada paru-paru yang lebih menyebar sifatnya dan melibatkan cabang tengkorak dalam paru-paru itu sendiri yang membawa udara ke sel-sel yang sangat halus alveoli dari paru-paru itu sendiri. Suddarths and brunner Bronkopneumonia adalah infiltrat yang tersebar pada kedua belahan paru. Bronchopneumonia adalah radang pada paru-paru yang mempunyai penyebaran berbercak, teratur dalam satu area atau lebih yang berlokasi di dalam bronki dan meluas ke parenkim paru Brunner dan Suddarth, Bronchopneomonia adalah penyebaran daerah infeksi yang berbercak dengan diameter sekitar 3 sampai 4 cm mengelilingi dan juga melibatkan bronchi.

Sylvia A. W, Etiologi Pneumonia bisa dikatakan sebagai komplikasi dari penyakit yang lain ataupun sebagai penyakit yang terjadi karena etiologi di bawah ini. Sebenarnya pada diri manusia sudah ada kuman yang dapat menimbulkan pneumonia sedang timbulnya setelah ada faktor- faktor prsesipitasi yang dapat menyebabkan timbulnya. Bakteri Organisme gram positif yang menyebabkan pneumonia bakteri adalah steprokokus pneumonia, streptococcus aureus dan streptococcus pyogenis.

Virus Pneumonia virus merupakan tipe pneumonia yang paling umum ini disebabkan oleh virus influenza yang menyebar melalui transmisi droplet. Cytomegalovirus yang merupakan sebagai penyebab utama pneumonia virus. Jamur Infeksi yang disebabkan oleh jamur seperti histoplasmosis menyebar melalui penghirupan udara yang mengandung spora dan biasanya ditemukan pada kotoran burung.

Protozoa Ini biasanya terjadi pada pasien yang mengalami imunosupresi seperti pada pasien yang mengalami imunosupresi seperti pada penderita AIDS. Patofisiologi Faktor-faktor penyebab seperti virus, bakteri, mikroplasma, jamur dan aspirasi makanan yang melalui inhalasi droplet akan teraspirasi masuk ke saluran nafas atas kemudian masuk ke saluran nafas bagian bawah dan selanjutnya akan menginfeksi jaringan interstisial parenkim paru.

Dengan daya tahan tubuh yang menurun, terjadilah infeksi pada traktus respiratorius atau jalan nafas. Adanya infeksi jalan nafas akan timbul reaksi jaringan berupa edema alveolar dan pembentukan eksudat.

Hal tersebut akan mempermudah proliferasi dan penyebaran kuman ke bronkioli, alveoli dan paru-paru. Terjadinya proliferasi mengakibatkan sumbatan dan daya konsolidasi pada jalan nafas sehingga proses pertukaran O2 dan CO2 menjadi terhambat dan terjadilah gangguan ventilasi.

Rendahnya masukan O2 ke paru-paru terutama pada alveolus menyebabkan terjadi peningkatan tekanan CO2 dalam alveolus atau yang disebut dengan hiperventilasi yang akan menyebabkan terjadi alkalosis respiratorik dan penurunan CO2 dalam kapiler atau hipoventilasi yang akan menyebabkan terjadi asidosis respiratorik. Hal tersebut menyebabkan paru-paru tidak dapat memenuhi fungsi primernya dalam pertukaran gas yaitu membuang CO2 sehingga menyebabkan konsentrasi O2 dalam alveolus menurun dan terjadilah gangguan difusi dan akan berlanjut menjadi gangguan perfusi dimana oksigenasi ke jaringan tidak memadai.

Jika gangguan ventilasi, difusi dan perfusi tidak segera ditanggulangi akan menyebabkan hipoksemia dan hipoksia yang akan menimbulkan beberapa manifestasi klinis. Pathway E. Manifestasi Klinis Adapun manifestasi klinis yang ditimbulkan antara lain cyanosis, nafas cuping hidung, takikardia, dipsnea, gelisah, stridor, retraksi otot dada dan sesak, dimana tanda dan gejala tersebut dapat menimbulkan masalah kerusakan pertukaran gas dan pola nafas tak efektif.

Tanda dan gejala lain yang timbul adalah kelemahan, keletihan, kelelahan yang akan menimbulkan masalah intoleransi aktifitas. Jika kuman terbawa bersama makanan akan masuk ke lambung dan terjadi peningkatan asam lambung, hal inilah yang menyebabkan mual, muntah dan anoreksia, sehingga timbul masalah pemenuhan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh, selain itu bisa juga terjadi demam dan berkeringat yang dapat menimbulkan masalah risiko kekurangan volume cairan dan hipertermia.

Batuk dan pilek merupakan reaksi tubuh akibat adanya infeksi traktus respiratori yang akan menimbulkan masalah bersihan jalan nafas tak efektif. Masalah risiko penularan infeksi juga dapat terjadi jika kuman sudah masuk ke dalam alveoli dan bronkiolus. Dengan timbulnya tanda dan gejala dan disertai dengan kurangnya pemahaman orangtua sehingga keluarga bertanya-tanya tentang penyakit pasien, maka timbullah masalah kecemasan orangtua.

Komplikasi 1. Atelektasis adalah pengembangan paru-paru yang tidak sempurna atau kolaps paru merupakan akibat kurangnya mobilisasi atau refleks batuk hilang. Terjadi apabila penumpukan sekret akibat berkurangnya daya kembang paru-paru terus terjadi.

Penumpukan sekret ini akan menyebabkan obstruksi bronchus intrinsik. Obstruksi ini akan menyebabkan atelektasis obstruksi dimana terjadi penyumbatan saluran udara yang menghambat masuknya udara ke dalam alveolus.

Empisema adalah suatu keadaan dimana terkumpulnya nanah dalam rongga pleura terdapat di satu tempat atau seluruh rongga pleura. Abses paru adalah pengumpulan pus dalam jaringan paru yang meradang 4. Endokarditis yaitu peradangan pada setiap katup endokardial 5. Meningitis yaitu infeksi yang menyerang selaput otak. Ini disebabkan apabila terjadi penyebaran virus hemofilus influenza melalui hematogen ke sistem saraf sentral.

Penyebaran juga bisa dimulai saat terjadi infeksi saluran pernapasan. Pemberian antiotik sesuai program 2. Jika sesak tidak terlalu hebat, dapat dimulai makan eksternal bertahap melalui selang nasogastrik dengan feeding drip 4. Jika sekresi lendir berlebihan dapat diberikan inhalasi dengan salin normal dan beta agonis untuk transpor muskusilier 5. Koreksi gangguan keseimbangan asam basa dan elektrolit H.

Konsep Asuhan Keperawatan 1. Pengkajian a. Kasus terbanyak sering terjadi pada anak berusia dibawah 3 tahun dan kematian terbanyak terjadi pada bayi berusia kurang dari 2 bulan, tetapi pada usia dewasa juga masih sering mengalami bronkopneumonia.

Keluhan Utama : sesak nafas c. Riwayat Kesehatan Dahulu Sering menderita penyakit saluran pernapasan bagian atas riwayat penyakit fertusis yaitu penyakit peradangan pernapasan dengan gejala bertahap panjang dan lama yang disertai wheezing pada Bronchopneumonia. Pengkajian Fisik Gejala : Kelemahan, kelelahan, tidak bisa tidur. Tanda : Letargi, penurunan toleransi terhadap aktivitas.

Tanda : Takikardia, penampilan kemerahan atau pucat. Tanda : Distensi abdomen, hiperaktif bunyi usus, kulit kering dengan turgor buruk, penampilan kaheksia mal nutrisi.

Tanda : Perubahan mental bingung somnolen. Tanda : Melindungi area yang sakit.

APOSTILA OPERADOR DE EMPILHADEIRA SENAI PDF

Askep anak bronkopneumonia

PENGERTIAN Bronchopneumoni adalah salah satu jenis pneumonia yang mempunyai pola penyebaran berbercak, teratur dalam satu atau lebih area terlokalisasi di dalam bronchi dan meluas ke parenkim paru yang berdekatan di sekitarnya. Sylvia A. Bronchopneumonia adalah suatu peradangan paru yang biasanya menyerang di bronkeoli terminal. Bronkeoli terminal tersumbat oleh eksudat mokopurulen yang membentuk bercak-barcak konsolidasi di lobuli yang berdekatan.

ANDARES DEL CABALLO CRIOLLO COLOMBIANO PDF

MAKALAH ASKEP BRONKOPNEUMONIA PADA ANAK

Letargi ; penurunan toleransi terhadap aktifitas. Sirkulasi Tanda : Takikardia, Penampilan kemerahan atau pucat 3. Makanan dan cairan Gejala : Kehilangan nafsu makan, mual dan muntah Tanda : Hiperaktif bunyi usus, Kulit kering dengan tugor buruk, Penampilan kakeksia malnutrisi 4. Neurosensori Gejala : Sakit kepala daerah frontal influenza Tanda : Perubahan mental bingung, somnolen 5.

AMINTIRI DESPRE VIITOR ERICH VON DANIKEN PDF

ASUHAN KEPERAWATAN (ASKEP) BRONKOPNEUMONIA

Latar Belakang Bronkopneumonia adalah peradangan akut pada paru-paru yang mengenai satu atau beberapa lobus. Masalah yang sering muncul pada klien dengan Boncopnemonia adalah tidak efektifnya bersihan jalan napas, resiko tinggi terhadap infeksi, kurang pengetahuan, intolerasnsi aktivitas, tidak efektifnya pola napas. Jika broncopnemonia terlambat didiagnosa atau terapi awal yang tidak memadai pada broncopnemonia dapat menimbulka empisema, rusaknya jalan napas, bronkitis, maka diperlukan asuhan keperawatan secara menyeluruh yang meliputi aspek promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif untuk mencegah komplikasi yang mungkin terjadi. Untuk itu, berdasarkan uraian diatas, kami merasa perlu membahas dan menelaah lebih dalam mengenai penyakit broncopneumonia untuk dapat mengetahui bagaimana melakukan asuhan keperawatan pada pasien bronkopnemonia dengan pendekatan proses keperawatan yang benar.

EPSON STYLUS CX4200 MANUAL PDF

F Pneumonia pada gangguan imun F Pneumonia hipostatik Berdasarkan sindrom klinis F Pneumonia bakterial berupa : pneumonia bakterial tipe tipikal yang terutama mengenai parenkim paru dalam bentuk bronkopneumonia dan pneumonia lobar serta pneumonia bakterial tipe campuran atipikal yaitu perjalanan penyakit ringan dan jarang disertai konsolidasi paru. F Pneumonia non bakterial, dikenal pneumonia atipikal yang disebabkan Mycoplasma, Chlamydia pneumoniae atau Legionella. Klasifikasi berdasarkan Reeves : a. Community Acquired Pneunomia dimulai sebagai penyakit pernafasan umum dan bisa berkembang menjadi pneumonia.

Related Articles