ASKEP DECOMPENSASI CORDIS PDF

Pengkajian adalah langkah awal dan dasar dalam proses keperawatan secara menyeluruh Boedihartono, : Pengkajian pasien Post op frakture Olecranon Doenges, meliputi : a. Sirkulasi Gejala : riwayat masalah jantung, GJK, edema pulmonal, penyakit vascular perifer, atau stasis vascular peningkatan risiko pembentukan trombus. Integritas ego Gejala : perasaan cemas, takut, marah, apatis ; factor-faktor stress multiple, misalnya financial, hubungan, gaya hidup. Tanda : menculnya proses infeksi yang melelahkan ; demam.

Author:Daidal Kazikus
Country:Denmark
Language:English (Spanish)
Genre:Sex
Published (Last):21 November 2013
Pages:43
PDF File Size:13.72 Mb
ePub File Size:9.65 Mb
ISBN:726-9-16929-471-3
Downloads:14952
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Magal



Pengkajian adalah langkah awal dan dasar dalam proses keperawatan secara menyeluruh Boedihartono, : Pengkajian pasien Post op frakture Olecranon Doenges, meliputi : a. Sirkulasi Gejala : riwayat masalah jantung, GJK, edema pulmonal, penyakit vascular perifer, atau stasis vascular peningkatan risiko pembentukan trombus.

Integritas ego Gejala : perasaan cemas, takut, marah, apatis ; factor-faktor stress multiple, misalnya financial, hubungan, gaya hidup. Tanda : menculnya proses infeksi yang melelahkan ; demam. Penggunaan alcohol risiko akan kerusakan ginjal, yang mempengaruhi koagulasi dan pilihan anastesia, dan juga potensial bagi penarikan diri pasca operasi. Diagnosa keperawatan yang muncul pada pasien dengan post op fraktur Wilkinson, meliputi : 1.

Intervensi dan implementasi keperawatan yang muncul pada pasien dengan post op frakture Olecranon Wilkinson, meliputi : 1. Nyeri adalah pengalaman sensori serta emosi yang tidak menyenangkan dan meningkat akibat adanya kerusakan jaringan aktual atau potensial, digambarkan dalam istilah seperti kerusakan ; awitan yang tiba-tiba atau perlahan dari intensitas ringan samapai berat dengan akhir yang dapat di antisipasi atau dapat diramalkan dan durasinya kurang dari enam bulan.

Tujuan : nyeri dapat berkurang atau hilang. Kriteria Hasil : - Nyeri berkurang atau hilang - Klien tampak tenang. Observasi tanda-tanda vital. Intoleransi aktivitas adalah suatu keadaaan seorang individu yang tidak cukup mempunyai energi fisiologis atau psikologis untuk bertahan atau memenuhi kebutuhan atau aktivitas sehari-hari yang diinginkan.

Tujuan : pasien memiliki cukup energi untuk beraktivitas. Kriteria hasil : - perilaku menampakan kemampuan untuk memenuhi kebutuhan diri. Intervensi dan Implementasi : a. Rencanakan periode istirahat yang cukup. Berikan latihan aktivitas secara bertahap. Bantu pasien dalam memenuhi kebutuhan sesuai kebutuhan. Setelah latihan dan aktivitas kaji respons pasien. Kerusakan integritas kulit adalah keadaan kulit seseorang yang mengalami perubahan secara tidak diinginkan.

Tujuan : Mencapai penyembuhan luka pada waktu yang sesuai. Kriteria Hasil : - tidak ada tanda-tanda infeksi seperti pus. Kaji kulit dan identifikasi pada tahap perkembangan luka. Kaji lokasi, ukuran, warna, bau, serta jumlah dan tipe cairan luka.

Pantau peningkatan suhu tubuh. Berikan perawatan luka dengan tehnik aseptik. Balut luka dengan kasa kering dan steril, gunakan plester kertas. Jika pemulihan tidak terjadi kolaborasi tindakan lanjutan, misalnya debridement. Setelah debridement, ganti balutan sesuai kebutuhan.

Kolaborasi pemberian antibiotik sesuai indikasi. Hambatan mobilitas fisik adalah suatu keterbatasan dalam kemandirian, pergerakkan fisik yang bermanfaat dari tubuh atau satu ekstremitas atau lebih.

Tujuan : pasien akan menunjukkan tingkat mobilitas optimal. Kriteria hasil : - penampilan yang seimbang.. Intervensi dan Implementasi : g. Kaji kebutuhan akan pelayanan kesehatan dan kebutuhan akan peralatan.

Tentukan tingkat motivasi pasien dalam melakukan aktivitas. Ajarkan dan pantau pasien dalam hal penggunaan alat bantu. Ajarkan dan dukung pasien dalam latihan ROM aktif dan pasif. Kolaborasi dengan ahli terapi fisik atau okupasi. Risiko infeksi berhubungan dengan tidak adekuatnya pertahanan perifer, perubahan sirkulasi, kadar gula darah yang tinggi, prosedur invasif dan kerusakan kulit. Kriteria hasil : - tidak ada tanda-tanda infeksi seperti pus. Lakukan perawatan luka dengan teknik aseptik.

Lakukan perawatan terhadap prosedur inpasif seperti infus, kateter, drainase luka, dll. Jika ditemukan tanda infeksi kolaborasi untuk pemeriksaan darah, seperti Hb dan leukosit.

Kolaborasi untuk pemberian antibiotik. Tujuan : pasien mengutarakan pemahaman tentang kondisi, efek prosedur dan proses pengobatan. Kriteria Hasil : - melakukan prosedur yang diperlukan dan menjelaskan alasan dari suatu tindakan. Intervensi dan Implementasi: a. Kaji tingkat pengetahuan klien dan keluarga tentang penyakitnya. Berikan penjelasan pada klien tentang penyakitnya dan kondisinya sekarang.

Anjurkan klien dan keluarga untuk memperhatikan diet makanan nya. Minta klien dan keluarga mengulangi kembali tentang materi yang telah diberikan. EVALUASI Evaluasi addalah stadium pada proses keperawatan dimana taraf keberhasilan dalam pencapaian tujuan keperawatan dinilai dan kebutuhan untuk memodifikasi tujuan atau intervensi keperawatan ditetapkan Brooker, Evaluasi yang diharapkan pada pasien dengan post operasi fraktur adalah : 1.

Nyeri dapat berkurang atau hilang setelah dilakukan tindakan keperawatan. Pasien memiliki cukup energi untuk beraktivitas. Mencapai penyembuhan luka pada waktu yang sesuai 4. Pasien akan menunjukkan tingkat mobilitas optimal. Pasien mengutarakan pemahaman tentang kondisi, efek prosedur dan proses pengobatan.

BEIRUT ALAN BOWNE PDF

Askep Decompensasi Cordis

Decompensasi Cordis A. Pengertian Decompensasi cordis adalah kegagalan jantung dalam upaya untuk mempertahankan peredaran darah sesuai dengan kebutuhan tubuh. Ahmad ramali. Askep Decompensasi Cordis B. Etiologi Mekanisme fisiologis yang menyebabkan timbulnya dekompensasi kordis adalah keadaan-keadaan yang meningkatkan beban awal, beban akhir atau yang menurunkan kontraktilitas miokardium. Keadaan yang meningkatkan beban awal seperti regurgitasi aorta, dan cacat septum ventrikel. Beban akhir meningkat pada keadaan dimana terjadi stenosis aorta atau hipertensi sistemik.

BSNL JTO 2013 NOTIFICATION PDF

Definisi 1. Decompensasi cordis atau gagal jantung adalah suatu keadaan ketika jantung tidak mampu mempertahankan sirkulasi yang cukup bagi kebutuhan tubuh, meskipun tekanan vena normal Muttaqin, Decompensasi cordis atau gagal jantung adalah sindrome klinis sekumpulan tanda dan gejala yang ditandai dengan sesak nafas dan fatik saat istirahat atau saat aktivitas yang disebabkan oleh kelainan struktur atau fungsi pada jantung Nurarif dan Kusuma, Gagal jantung adalah suatu kondisi dimana jantung mengalami kegagalan dalam memompa darah guna mencukupi kebutuhan sel-sel tubuh akan nutrien dan okseigen secara adekuat Udjiati,

BLUES FOR ALICAN PDF

Menurut Doenges 52 pengkajian fokusnya adalah sebagai berikut: 1. Tekanan nadi mungkin sempit, menunjukkan penurunan volume sekuncup, frekuensi jantung takikardia gagal jantung kiri. Bunyi jantung: S2 gallop adalah diagnostik, S4 dapat terjadi, S1 dan S2 mungkin melemah. Murmur sistolik dan diastolik dapat menandakan adanya stenosis katub atau insufisiensi. Punggung kuku: pucat atau sianotik dengan pengisian kapiler lambat. Hepar: pembesaran atau dapat teraba: reflek hepatojugularis.

ANATOMIA APIS MELLIFERA PDF

PENGERTIAN Gagal jantung adalah suatu keadaan patofisiologis berupa kelainan fungsi jantung sehingga jantung tidak mampu memompa darah untuk memenuhi kebutuhan metabolisme jaringan dan atau kemampuannya hanya ada kalau disertai peninggian volume diastolic secara abnormal. Mekanisme fisiologis yang menyebabkan gagal jantung mencakup keadaan-keadaan yang meningkatkan beban awal,beban akhir,atau menurunkan kontraktilitas miokardium. Keadaan-keadaan yang meningkatkan beban awal meliputi regurgitasi aorta dan cacat septum ventrikel;dan beban akhir meningkat pada keadaan dimana terjadi stenosis aorta dan hipertansi sistemik. Kontraktilitas miokardium dapat menurun pada infark miokardium dam kardiomiopati. Kontraktilitas ventrikel kiri yang menurun mengurangi curah sekuncup,dan meningkatkan volume residu ventrikel. Sebagai respon terhadap gagal jantung,ada tiga mekanisme primer yang dapat dilihat: 1 meningkatnya aktivitas adrenergic simpatik 2 Meningkatnya beban awal akibat aktivasi system rennin angiotensin aldosteron,dan 3 Hipertrofi ventrikel. Ketiga respon kompensatorik ini mencerminkan usaha untuk mempertahankan curah jantung.

Related Articles