BRONKOPNEUMONIA IDAI PDF

Diperkirakan hampir seperlima kematian anak diseluruh dunia, lebih kurang 2 juta anak balita, meninggal setiap tahun akibat pneumonia Afrika dan Asia Tenggara. Terdapat berbagai faktor resiko yang menyebabkan tingginya angka mortalitas pneumonia pada anak balita di negara berkembang, diantaranya: pneumoni yang terjadi pada masa bayi, berat badan lahir rendah BBLR , tidak mendapat imunisasi, tidak mendapat ASI yang adekuat, malnutrisi, defisiensi vitamin A, tingginya prevalens kolonisasibakteri patogen di nasofaring, dan tingginya pajanan terhadap polusi udara polusi industri atau asap rokok. Pneuomonia oleh karena bakteri biasanya awitannya cepat, batuk produktif, pasien tampak toksik, leukositosis, dan perubahan nyata pada pemeriksaan radiologis. Bakteri yang paling sering sebagai penyebab pneumonia di negara berkembang adalah Streptococcus pneumoniae, Haemophilus influenzae, Staphylococcus aureus.

Author:Dazilkree Shagor
Country:Malawi
Language:English (Spanish)
Genre:Music
Published (Last):25 July 2013
Pages:25
PDF File Size:17.6 Mb
ePub File Size:6.83 Mb
ISBN:695-6-54632-440-6
Downloads:59612
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Mikazuru



Faktor Risiko Apa saja faktro risiko penyakit bronchopneumonia? Semua orang dapat terkena penyakit ini. Namun, ada dua kelompok usia yang memiliki risiko paling tinggi: Bayi dan anak-anak di bawah usia 2 tahun, karena sistem imunnya masih dalam tahap perkembangan Orang dewasa yang berusia di atas 65 tahun Faktor risiko lainnya dari penyakit bronchopneumonia adalah: Merokok memengaruhi fungsi paru-paru dan merusak sistem imun tubuh Kebiasaan minum alkohol dalam jumlah yang berlebihan Memiliki riwayat penyakit kronis seperti asma, penyakit obstruktif paru paru kronis PPOK , dan penyakit jantung.

Jika Anda mengkhawatirkan faktor risiko penyebab lainnya, silakan konsultasi ke dokter untuk informasi lebih lanjut. Komplikasi Apa saja komplikasi penyakit bronchopneumonia? Bronkopneumonia adalah penyakit yang memengaruhi sistem pernapasan. Oleh sebab itu, jika tidak diobati atau terlanjur parah, penyakit ini dapat menyebabkan berbagai komplikasi bahkan kematian.

Komplikasi penyakit ini lebih rentan dialami anak kecil, lansia, dan orang-orang dengan sistem kekebalan yang lemah karena perawatan atau kondisi medis tertentu. Berikut beberapa komplikasi yang mungkin terjadi akibat penyakit bronchopneumonia adalah: Infeksi aliran darah atau sepsis Penumpukan cairan di sekitar paru-paru, yang dikenal sebagai efusi pleura Gagal napas Gagal jantung, serangan jantung, dan ritme jantung yang tidak normal Pengobatan Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis.

Bagaimana cara mendiagnosis penyakit bronchopneumonia? Sama seperti penyakit pada umumnya, dokter pertamanya akan melakukan pemeriksaan fisik dasar dan mengulas riwayat kesehatan Anda. Apabila Anda dicurigai mengalami gejala bronkopneumonia, maka dokter akan melakukan pemeriksaan penunjang lainnya untuk memastikan diagnosis. Berikut beberapa tes yang umum dilakukan dokter untuk mendiagnosis penyakit bronkopneumonia adalah: Rontgen dada. Dengan menggunakan sinar X, dokter dapat melihat bagian paru-paru yang terkena penyakit pneumonia.

Tes darah. Tes dahak. Jika benar Anda mengalami paru-paru basah, maka virus atau bakteri yang menyebabkan gangguan kesehatan ini akan terlihat pada dahak. Pemeriksaan kadar oksigen darah. Hal ini dilakukan untuk mengetahui seberapa banyak oksigen yang ada di dalam darah Anda. Pasalnya, penyakit ini dapat menyebabkan oksigen tidak bisa masuk ke dalam aliran darah. Selain pemeriksaan di atas, dokter mungkin juga akan meminta Anda untuk melakukan pemeriksaan berikut: CT scan.

Bila penyakit infeksi paru yang Anda derita tak kunjung sembuh, maka dokter akan meminta Anda untuk melakukan ct scan agar dapat dilihat kondisi paru Anda saat itu. Kultur cairan paru. Pemeriksaan ini mengharuskan dokter mengambil cairan di dalam paru dan kemudian diperiksa kandungannya.

Pemeriksaan ini membantu dokter untuk menetukan tipe infeksi yang terjadi. Bagaimana cara mengobati penyakit bronchopneumonia? Pengobatan bronkopneumonia disesuaikan dengan jenis, tingkat keparahan penyakit, usia, serta kondisi pasien secara keseluruhan. Orang-orang yang sebelumnya tidak memiliki riwayat penyakit tertentu biasanya dapat sembuh dalam rentang waktu 1 hingga 3 minggu.

Dalam kasus yang ringan, penyakit ini dapat membaik hanya dengan teratur minum obat dan istirahat di rumah. Namun dalam kasus yang parah, pasien mungkin memerlukan perawatan intensif di rumah sakit. Jika radang paru Anda disebabkan karena infeksi bakteri, maka dokter akan meresepkan antibiotik untuk membunuh bakteri berbahaya di paru-paru.

Antibiotik tidak berfungsi untuk infeksi virus. Oleh sebab itu, jika radang paru Anda disebabkan oleh infeksi virus, dokter biasanya akan meresepkan obat antivirus. Sementara untuk radang paru yang disebabkan jamur, maka dokter akan meresepkan obat antijamur. Pastikan Anda minum obat antibiotik, antivirus, dan antijamur sesuai dengan yang diresepkan dokter.

Jangan mengurangi atau menambahkan dosis obat tanpa persetujuan dokter. Selain minum obat, beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk mempercepat proses pemulihan penyakit bronkopneumonia adalah: Hindari melakukan aktivitas berat untuk sementara waktu Minum banyak cairan untuk membantu mengencerkan lendir dan mengurangi rasa tidak nyaman saat batuk Pakai masker apabila ingin bepergian atau berinteraksi dengan orang lain agar tidak menularkan infeksi Hindari rokok dan minum alkohol Perhatikan asupan makanan Anda Pencegahan Bagaimana cara mencegah penyakit bronchopneumonia?

Dalam banyak kasus, infeksi ini sebenarnya dapat dicegah. Beberapa pencegahan yang bisa dilakukan agar tak terkena penyakit bronchopneumonia adalah dengan pemberian vaksin serta menghindari berbagai faktor risiko dari penyakit ini. Beberapa cara paling umum untuk mencegah penyakit bronkopneumonia adalah: Vaksinasi. Vaksin dianggap sebagai cara yang cukup ampuh untuk menghindari infeksi paru.

Pastikan kalau anak-anak juga mendapatkan vaksin. Bronkopneumonia pada anak juga dapat dicegah dengan cara vaksin. Biasanya vaksin yang diberikan pada anak yang berusia di bawah 2 tahun dengan anak yang berusia tahun berbeda. Mengingat bronkopneumonia pada anak cukup berbahaya, sebaiknya segera berikan vaksin pada si kecil dan diskusikan hal ini pada dokter anak Anda.

Menerapkan pola hidup yang bersih. Bronchopneumonia adalah penyakit infeksi, maka untuk mengurangi risiko, Anda harus menjaga kebersihan diri, keluarga, dan lingkungan. Sering-sering lah untuk mencuci tangan dengan sabun dan air bersih yang mengalir agar bakteri dan virus tak menempel di permukaan kulit. Jauhi rokok. Kebiasaan ini hanya akan membuat saluran pernapasan Anda terinfeksi, termasuk organ paru.

Menjalani pola hidup yang sehat. Hal ini bertujuan untuk menjaga kesehatan Anda secara menyeluruh. Selain itu, dengan mengonsumsi makanan yang sehat dan berolahraga rutin, Anda akan memiliki sistem kekebalan yang kuat dan mampu menangkal berbagai zat asing masuk ke dalam tubuh.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan. Share now :.

16F876A PDF

Menekan Pneumonia

Enjoy them! My contact : ahimsanindita gmail. Pneumonia lobaris 2. Bronkopneumonia Pneumonia adalah salah satu penyakit yang menyerang saluran nafas bagian bawah yang terbanyak kasusnya didapatkan di praktek-praktek dokter atau rumah sakit dan sering menyebabkan kematian terbesar bagi penyakit saluran nafas bawah yang menyerang anak- anak dan balita hampir di seluruh dunia. Bronkopneumonia disebut juga pneumonia lobularis yaitu suatu peradangan pada parenkim paru yang terlokalisir yang biasanya mengenai bronkiolus dan juga mengenai alveolus disekitarnya, yang sering menimpa anak-anak dan balita, yang disebabkan oleh bermacam-macam etiologi seperti bakteri, virus, jamur dan benda asing. Kebanyakan kasus pneumonia disebabkan oleh mikroorganisme, tetapi ada juga sejumlah penyebab non infeksi yang perlu dipertimbangkan.

MALFORMACIONES MULLERIANAS PDF

Bronchopneumonia: Symptoms, Risk Factors, and Treatment

Paru-paru dilindungi dari infeksi bakteri melalui mekanisme pertahanan anatomis dan mekanis, dan faktor imun lokal dan sistemik. Mekanisme pertahanan awal berupa filtrasi bulu hidung, refleks batuk dan mukosilier aparatus. Mekanisme pertahanan lanjut berupa sekresi Ig A lokal dan respon inflamasi yang diperantarai leukosit, komplemen, sitokin, imunoglobulin, makrofag alveolar, dan imunitas yang diperantarai sel. Infeksi paru terjadi bila satu atau lebih mekanisme di atas terganggu, atau bila virulensi organisme bertambah. Agen infeksius masuk ke saluran nafas bagian bawah melalui inhalasi atau aspirasi flora komensal dari saluran nafas bagian atas, dan jarang melalui hematogen. Virus dapat meningkatkan kemungkinan terjangkitnya infeksi saluran nafas bagian bawah dengan mempengaruhi mekanisme pembersihan dan respon imun.

BAIXAR LIVRO SUPERDICAS PARA FALAR BEM PDF

Bronkopneumonia

If your blood oxygen levels are low, you may receive oxygen therapy to help them return to normal. Complications from bronchopneumonia can occur depending on the cause of the infection. Common complications can include: blood stream infections or sepsis buildup of fluid around the lungs, known as a pleural effusion respiratory failure heart conditions such as heart failure , heart attacks , and irregular rhythms Treatment in infants and children Your doctor will prescribe antibiotics if your child has a bacterial infection. Home care to ease symptoms is also an important step in managing this condition. Make sure your child gets enough fluids and rest.

DX3R MANUAL PDF

4.2.2 Pneumonia berat: diagnosis dan tatalaksana

Bila anak memberi respons yang baik maka diberikan selama 5 hari. Bila pasien datang dalam keadaan klinis berat, segera berikan oksigen dan pengobatan kombinasi ampilisin-kloramfenikol atau ampisilin-gentamisin. Bila anak tidak membaik dalam 48 jam, maka bila memungkinkan buat foto dada. Apabila diduga pneumonia stafilokokal dijelaskan di bawah untuk pneumonia stafilokokal , ganti antibiotik dengan gentamisin 7. Bila keadaan anak membaik, lanjutkan kloksasilin atau dikloksasilin secara oral 4 kali sehari sampai secara keseluruhan mencapai 3 minggu, atau klindamisin secara oral selama 2 minggu.

Related Articles