CACING TREMATODA PDF

Cacing pita sejati bersifat hermafrodit dan memiliki daur hidup yang lebih sederhana dari Trematoda. Cacing pita tidak mengalami fase aseksual dalam siklus hidupnya. Ujung kepala Cestoda yang memiliki kait disebut dengan skoleks en: scolex. Di belakang skoleks terdapat rangkaian segmen yang masing-masing disebut proglotid. Tiap-tiap proglotid memiliki organ reproduksi jantan dan betina.

Author:Arashirn Maulkree
Country:Lebanon
Language:English (Spanish)
Genre:Career
Published (Last):18 December 2005
Pages:400
PDF File Size:14.73 Mb
ePub File Size:11.26 Mb
ISBN:996-1-54888-375-2
Downloads:38819
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Tojak



Pengamatan Gambar 1. Hasil yang didapatkan adalah dengan menemukannya telur trematoda yang diduga merupakan Echinostoma spp. PEMBAHASAN Metode pemeriksaan cacing trematoda pada keong adalah perkembangbiakan Trematoda secara aseksual yang berada pada hospes perantara yaitu tubuh siput yang berlokasi di hati berada pada segmen ketiga.

Dalam hospes devinitif cacing mengadakan reproduksi seksual dengan menghasilkan telur, sedangkan pada hospes perantara keong reproduksi cacing terjadi secara aseksual. Di dalam telur cacing sudah terkandung larva mirasidium matang atau kadang-kadang larva baru berkembang diluar tubuh hospes devinitif. Telur yang menetas dalam air tawar, operkulumnya akan pecah dan larva mirasidium ke luar. Mirasidium yang keluar dari telur dapat menembus tubuh keong karena mempunyai enzim litik.

Mirasidium lebih senang pada spesies keong karena dipengaruhi oleh faktor kemotoksis cairan jaringan dan lendir yang terdapat pada keong tersebut. Setelah berada di perairan, kemudian mirasidium melepaskan silia dan menembus tubuh keong, ini hanya memerlukan waktu beberapa menit. Di dalam tubuh keong mirasidium melepaskan silianya.

Dalam tubuh keong mirasidium berkembang menjadi sporokista yang mempunyai kantong yang tidak teratur. Kemudian sporokista I berubah menjadi redia yang keluar melalui dinding sporokista I, yang biasanya berada di dekat tempat masuk tubuh keong. Sedangkan redia berada dalam rongga tubuh keong yang berisi cairan limfe. Redia sudah mempunyai faring, usus sederhana, system ekskresi, sel penggumpal dan sel germinal. Di dalam redia berbentuk serkaria kemudian keluar dari tubuh keong.

Serkaria mencapai bentuk yang khas tubuh seperti elips, ekor panjang, sudah mempunyai batil isap kepala, dan batil isap perut, bermacam-macam alat, seperti duri atau jarum, alat pencernaan, system reproduksi sederhana, system ekskresi, kelenjar kepala uniseluler dan lubang-lubang saluran disekitar batil isap kepala. Serkaria Schistosoma sp. Dapat menembus kulit hospes definitife karena larva ini membentuk secret litik yang dihasilkan oleh kelenjar sefalik.

Serkaria ini juga bias masuk ke dalam jaringan hospes perantara keong. Pada beberapa Trematoda, serkaria ada yang berkembang menjadi stadium kista disebut metaserkaria yang berbentuk bulat, dan ekornya menghilang. Metaserkaria ini hidup dalam hospes perantara II, misalnya Crustacea, ikan, keong, dan tumbuhan air.

Metaserkaria masuk ke dalam hospes definitif karena termakan atau menembus kulit Onggowaluyo, Kelebihan dari metode ini adalah mudah untuk melakukan pemeriksaan, membutuhkan waktu yang singkat, dan alat yang dibutuhkan sedikit.

Sedangkan kekurangan dari metode ini adalah mudah rusaknya cangkang pada keong dan kraca, sehingga harus berhati-hati saat melakukan pemotongan segmen ketiga untuk memperolehh lendir yang akan diulaskan ke objek glass. Secara umum gastropoda memberi manfaat kepada manusia, baik dagingnya sebagai bahan makanan yang berprotein tinggi sehingga dapat dikonsumsi oleh penduduk, juga sebagai pakan ternak unggas dan cangkangnya dapat dibuat berbagai macam lukisan, cendramata dan bunga-bungaan. Akan tetapi, selain memiliki berbagai macam manfaat tersebut, siput juga dapat merugikan yaitu sebagai hama yang merupakan ancaman bagi manusia karena memakan tanaman muda misalnya padi, serta beberapa jenis diantaranya ternyata dapat berpotensi sebagai inang perantara parasit cacing trematoda, yang stadium dewasanya berparasit pada manusia Irmawati, Jenis gastropoda, seperti keong mas Pomacea canaliculata , dan kraca Pila ampullaceae , berpotensi menyerang persawahan, sebab keong menyukai lingkungan yang jernih, mempunyai suhu air antara 10 — 35oC, dengan demikian mudah ditemukan di daerah sawah, waduk, rawa, dan genangan air Budiyono, Keong mas Pomacea canaliculata tergolong dalam famili Ampullaridae dan ordo Mesogastropoda.

Cangkang keong mas berwarna kuning. Lingkaran ubin cangkang terdiri dari lima sampai enam buah dipisahkan dengan kedalaman yang disebut suture, bukaan cangkang aperture berbentuk panjang dan hampir bulat. Keong mas jantan memiliki aperture lebih bulat dari betina.

Ukuran cangkang bervariasi dengan lebar cm dan tinggi 4,,5 cm. Operculum tutup cangkang umumnya tebal dan strukturnya berpusat di pusat cangkang. Oper-culum dapat ditarik masuk ke dalam aperture. Pada bagian kepala keong mas terdapat sepasang tentakel panjang berpangkal di atas kepala Rusdy, Keong sawah Pilla ampullaceal adalah jenis siput air yang mudah dijumpai di perairan tawar Asia tropis, seperti di sawah, aliran parit, dan danau.

Hewan bercangkang ini dikenal pula sebagai kraca, keong gondang, siput sawah, siput air, atau tutut. Bentuknya agak menyerupai siput murbai, tetapi keong sawah memiliki warna cangkang hijau pekat sampai hitam. Pada praktikum ini, kelompok saya mengambil sampel siput yang disediakan di laboratorium yang diambil di daerah persawahan, sehingga jika terdapat larva trematoda diperkirakan adalah larva dari Echinostoma sp dan Fasciola sp Sardjono, Echinostoma spp merupakan cacing trematoda usus yang memiliki batil isap kepala dengan duri-duri disekitarnya circum oral spines yang khas, dua sekum, uterus berisi telur-telur, ovarium bulat, dua testis yang terletak atas-bawah, kelenjar vitelaria sampai posterior pada cacing dewasa.

Dari hasil yang kelompok kami periksa, ciri-ciri telur yang ada pada Echinostoma spp yaitu lonjong, beroperkulum, dan memiliki morula hampir sama dengan dengan telur yang ditemukan dalam keong mas yang kami periksa menggunakan mikroskop. Dari ketiga larva tersebutm, biasanya serkaria yang diamati dengan mikroskop.

Serkaria memiliki kelenjar penetrasi lateral dan kelenjar pre-acetabular, yang menyebabkan saluran-saluran daerah anterior membuka ke dalam saku anterior kecil. Dalam tubuh serkaria, sel-sel somatik tampaknya memiliki metabolisme yang aktif, dengan retikulum endoplasma berkembang dengan baik, butiran sekretori, dan inti yang jelas Pinheiro, Ciri-ciri serkaria yang telah disebutkan di atas tidak terdapat pada pengamatan siput sehingga dapat dikatakan bahwa siput tersebut tidak membawa kemungkinan terinfeksi Trematoda.

Pada pemeriksaan potongan segmen keong mas negative, karena tidak terdapat larva cacing trematoda serkaria , hasil yang ditemukan diduga merupakan telur Echinostoma spp 2. Telur Echinostoma spp memiliki bentuk lonjong, memiliki operculum dan berisi morula 3. Serkaria dapat ditemukan di hospes perantara satu seperti siput apabila hasilnya positif pada trematoda.

Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian. Irmawati, Achmad Ramadhan, Sutrisnawati. Muchsin, dkk. Laporan Praktikum Ekologi Hewan. Onggowaluyo, Jangkung Samidjo. Pinheiro, Jairo, dkk. Parasitology Research , Volume 4 : Purnomo, J Gunawan , Magdalena, dkk.

Atlas Helmintologi Kedokteran. Gramedia Pustaka Utama: Jakarta. Rusdy, Alfian. Rizqan Khalidi,

DIAGRAMAS DE POURBAIX PDF

Siklus Hidup Cacing Pita (Cestoda)

Cara Berkembang Fasciola Hepatica Daur Hidup Fasciola Hepatica Cacing hati secara klasifikasi tergolong ke dalam klasifikasi animalia, dengan filum Platyhelminthes, kelas Trematoda, subkelas Digenea, Ordo Echinostomida dan merupakan famili Fasciolidae. Dalam mekanisme daur hidup cacing hati, tidak akan terlepas dari morfologi tiap fase dari cacing hati itu sendiri. Hal ini untuk memudahkan dalam memahami alur sekaligus morfologi tiap fasenya. Secara umum alur siklus hidup dari cacing hati ini yaitu Telur — Larva — Serkaria — Metaserkaria — Cacing dewasa. Adapun daur hidup cacing hati seperti berikut : 1.

FLASHFORWARD SAWYER PDF

Jenis-jenis Cacing dalam Tubuh Manusia Lengkap Akibatnya

Penyakit yang disebabkan oleh penyakit ini dikenal istilah taeniasis dan sistiserkosis. Jenis cacing pita ini mempunyai bentuk panjang dan pipih layaknya pita, juga mempunyai kepala yang kecil. Cacing ini memiliki semacam kait di tubuhnya untuk melekatkan diri pada dinding usus manusia. Ketiga yaitu Taenia Asiatica dimana ini merupakan bentuk ketiga dari Taenia solium dan saginata.

CANON ZR700 MANUAL PDF

Makalah: Cacing Usus (Trematoda Usus)

Their most distinctive external feature is the presence of two suckers , one close to the mouth, and the other on the underside of the animal. It is also the surface of gas exchange; there are no respiratory organs. The pharynx connects, via a short oesophagus , to one or two blind-ending caeca , which occupy most of the length of the body. In some species , the caeca are themselves branched. As in other flatworms, there is no anus , and waste material must be egested through the mouth. This consists of two or more protonephridia , with those on each side of the body opening into a collecting duct.

JUNO AND THE PAYCOCK ACT 2 PDF

Siklus Hidup Cacing Isap (Trematoda)

Ucapan terima kasih, juga kami sampaikan kepada dosen pembimbing kami yang telah memberi pengarahan yang baik kepada kami dalam menyusun makalah ini. Dalam menyusun makalah ini, kami bermaksud untuk memaparkan mengenai Trematoda secara khusus untuk memenuhi tugas dari dosen pembimbing, sebagai salah satu syarat penilaian mata kuliah Parasitologi. Harapan kami, makalah ini dapat bermanfaat dan menambah pengetahuan pembaca mengenai materi yang kami bahas. Kritik dan saran membangun juga sangat kami harapkan. Pltyhelminthes dibagi menjadi kelas Trematoda cacing daun dan kelas Cestoda cacing pita. Cacing daun yang dikenali merupakan jenis cacing yang tergolong dalam kelas Trematoda filum Platyhelmintes. Cacing daun ini bersifat parasit.

Related Articles