KONSELING EKLEKTIK PDF

Eklektiksme berusaha untuk mempelajari teori-teori yang ada dan menerapkannya dalam situasi yang dipandang tepat. Pendekatan konseling eklektik berarti konseling yang di dasarkan pada berbagai konsep dan tidak berorientasi pada satu teori secara eksklusif. Eklektisme berpandangan bahwa sebuah teori memiliki keterbatasan konsep,prosedur, teknik. Konseling eklektik dapat pula disebut konseling integratif. Konseling eklektik dapat pula disebut dengan pendekatan konseling integratif. Perkembangan pendekatan ini dimulai sejak tahun an, yaitu ketika F.

Author:Mojin Telar
Country:Ecuador
Language:English (Spanish)
Genre:Marketing
Published (Last):27 May 2019
Pages:60
PDF File Size:15.70 Mb
ePub File Size:18.32 Mb
ISBN:396-7-54391-476-9
Downloads:9882
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Tasho



Sutarto Sutarto, Syafriyadin Syafriyadin, Jumira Warlizasusi Abstract This study aims to reveal the self-concept of transvestites, provide assistance for eclectic Islamic counseling services and know the effectiveness of Islamic eclectic counseling to change the self-concept of transvestites.

The type of research used is Participatory Action Resarch PAR with four stages of implementation, namely planning, action, assessment and follow-up. The results of the study indicate that transvestites in understanding their own concepts can be grouped into two, namely; First, transvestites who see themselves as women and that are already destiny.

Second, transvestites who see themselves as men but look like women. Transvestites assume that the community views itself as a woman, must appear like a woman and the community sees one eye towards her. Of the 18 transgender people who participated in the counseling process 1 person was determined to really want to change his appearance. Psikoislamedia: Jurnal Psikologi, 1 2.

Faidah, M. Religiusitas dan Konsep Diri Kaum Waria. Jurnal Studi Gender Indonesia, 4 1. Hidup sebagai Waria. Yogyakarta: LKis. Konseling Pancawaskita: Kerangka Konseling Eklektik. Padang: UNP Press. Reason, P. Handbook of action research: Participative inquiry and practice. Wingkel, W. Bimbingan dan Konseling dalam institusi Pendidikan. Jakarta: Gramedia.

BURGHARDT THE TREASURY BOND BASIS PDF

Eklektizismus

Namun sebelum berpraktik di lapangan secara langsung bersama klien yang memiliki masalah, haruslah diketahui dan dipahami terlebih dahulu teori-teori yang mendasarinya. Bagaimana cara melakukannya? Semua kegiatan pasti dilandasi oleh teori, begitu juga dengan konseling yang mana ada banyak teori yang mendasarinya. Sehingga dapat diketahui pendekatan apa yang digunakan konselor selama proses konseling dilakukan. Dari berbagai pendekatan itu hanya membahas satu teori dari grand theory psikologi, namun hanya satu yang membahas semua metode konseling dengan mengintegrasikan masing-masing pendekatan konseling itu sesuai permasalahan yang dihadapi klien. Pendekatan ini adalah pendekatan eklektik, yang mana disebut juga dengan konseling integratif karena alasan yang demikian.

ELLEN VON UNWERTH REVENGE PDF

Teori Eklektik

Dalam pandangan ini digunakan bebagai teori dalam pendekatannya. Hal in dilakukan karena tidak ada suatu teori yang sahih. Setiap teori mempunyai kelemahan dan kelebihannya masing-masing. Suatu teori dapat diterapkan dalam satu kasus tetapi tidak dapat digunakan dalam kasus lain, hal inilah yang menyebakan digunakannya bebagai teori dalam pendekatannya.

ALMASSAE JOURNAL PDF

Sutarto Sutarto, Syafriyadin Syafriyadin, Jumira Warlizasusi Abstract This study aims to reveal the self-concept of transvestites, provide assistance for eclectic Islamic counseling services and know the effectiveness of Islamic eclectic counseling to change the self-concept of transvestites. The type of research used is Participatory Action Resarch PAR with four stages of implementation, namely planning, action, assessment and follow-up. The results of the study indicate that transvestites in understanding their own concepts can be grouped into two, namely; First, transvestites who see themselves as women and that are already destiny. Second, transvestites who see themselves as men but look like women.

Related Articles