LAPORAN PENDAHULUAN CHOLELITHIASIS PDF

Peningkatan batu empedu disebabkan oleh faktor esterogen-progesteron sehingga meningkatkan sekresi kolesterol bilier Wong, Peningkatan Usia Peningkatan usia baik pada pria maupun wanita keduanya meningkatkan resiko terbentuknya batu pada kandung empedu Ko, Obesitas Kondisi obesitas akan meningkatkan metabolisme umum, resistensi insulin, diabetes melitus type II, hipertensi dan hiperlipidemia berhubungan dengan peningkatan sekresi kolesterol hepatika dan merupakan faktor resiko utama untuk mengembangkan batu empedu kolesterol Donovan Kehamilan Kolesterol batu empedu lebih sering terjadi pada wanita yang mengalami kehamilan multipel. Hal ini dianggap sebagai faktor utama adalah progesteron pada saat kehamilan tinggi. Progesteron yang mengurangi kontraktilitas kandung empedu, menyebabkan retensi berkepanjangan dan konsentrasi empedu lebih besar di kandung empedu Lindseth, Statis Billier Kondisi stasis bilier menyebabkan peningkatan resiko batu empedu. Kondisi yang bisa meningkatkan kondisi stasis, seperti cedera tulang belakang, puasa berkepanjangan atau pemebrian diet nutrisi total parenteral TPN, total parenteral nutrition dan perubahan berat badan yang berhubungan dengan kalori dan pembatasan lemak misalnya: diet, operasi bypass lambung. Kondisi stasis bilier akan menurunkan produksi garam empedu ke intestinal Portincasa, Obat-obatan Esterogen yang diberikan untuk kontrasepsi atau untuk pengobatan kanker prostat meningkatkan resiko batu empedu kolesterol Wang, Clofibrate dan obat fibrate hipolipidemic meningkatkan pengeluaran kolesterol hepatik melalui sekresi bilier dan tampaknya meningkatkan resiko batu empedu kolesterol Shaffer,

Author:Goltiktilar Tonris
Country:Gabon
Language:English (Spanish)
Genre:Marketing
Published (Last):15 February 2011
Pages:216
PDF File Size:15.99 Mb
ePub File Size:10.10 Mb
ISBN:496-9-73433-769-2
Downloads:14196
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Karisar



DEFINISI Kolelitiasis adalah inflamasi akut atau kronis dari kandung empedu, biasanya berhubungan dengan batu empedu yang tersangkut pada duktus kistik, menyebabkan distensi kandung empedu. Doenges, Marilynn, E Kolelitiasis adalah kalkulus atau kalkuli, batu empedu biasanya terbentuk dalam kandung empedu dari unsur-unsur padat yang membentuk cairan empedu.

Batu empedu memiliki ukuran, bentuk dan komposisi yang sangat bervariasi. Smeltzer, Suzanne, C. Batu empedu dapat terjdi pada duktus koledukus, duktus hepatika, dan duktus pankreas. Kristal dapat juga terbentuk pada submukosa kandung empedu menyebabkan penyebaran inflamasi. Sering diderita pada usia di atas 40 tahun, banyak terjadi pada wanita. Doenges, Marilynn, E C. Rasa nyeri dan kolik bilier Jika duktus sistikus tersumbat oleh batu empedu, kandung empedu akan mengalami distensi dan akhirnya infeksi.

Pasien akan menderita panas dan mungkin teraba massa padat pada abdomen. Pasien dapat mengalami kolik bilier disertai nyeri hebat pada abdomen kuadaran kanan atas yang menjalar ke punggung atau bahu kanan; rasa nyeri ini biasanya disertai mual dan muntah dan bertambah hebat dalam makan makanan dalam porsi besar.

Pada sebagian pasien rasa nyeri bukan bersifat kolik melainkan persisten. Serangan kolik bilier semacam ini disebabkan kontraksi kandung empedu yang tidak dapat mengalirkan empedu keluar akibat tersumbatnya saluran oleh batu. Dalam keadaan distensi, bagian fundus kandung empedu akan menyentuh dinding abdomen pada daerah kartilago kosta 9 dan 10 kanan. Sentuhan ini menimbulkan nyeri tekan yang mencolok pada kuadran kanan atas ketika pasien melakukan inspirasi dalam dan menghambat pengembangan rongga dada.

Ikterus Obstruksi pengaliran getah empedu ke dalam dudodenum akan menimbulkan gejala yang khas, yaitu: gatah empedu yang tidak lagi dibawa kedalam duodenum akan diserap oleh darah dan penyerapan empedu ini membuat kulit dan menbran mukosa berwarna kuning. Keadaan ini sering disertai dengan gejal gatal-gatal pada kulit. Perubahan warna urine dan feses. Ekskresi pigmen empedu oleh ginjal akan membuat urine berwarna sangat gelap.

Karena itu pasien dapat memperlihatkan gejala defisiensi vitamin-vitamin ini jika obstruksi bilier berlangsung lama. Defisiensi vitamin K dapat mengganggu pembekuan darah yang normal.

Smeltzer, 5. Regurgitasi gas: flatus dan sendawa D. Radiologi Pemeriksaan USG telah menggantikan kolesistografi oral sebagai prosedur diagnostik pilihan karena pemeriksaan ini dapat dilakukan dengan cepat dan akurat, dan dapat digunakan pada penderita disfungsi hati dan ikterus. Disamping itu, pemeriksaan USG tidak membuat pasien terpajan radiasi inisasi. Prosedur ini akan membrikan hasil yang paling akurat jika pasien sudah berpuasa pada malam harinya sehingga kandung empedunya berada dalam keadan distensi.

Penggunaan ultra sound berdasarkan pada gelombang suara yang dipantulkan kembali. Pemeriksan USG dapat mendeteksi kalkuli dalam kandung empedu atau duktus koleduktus yang mengalami dilatasi. Kolangiografi oral dapat dilakukan untuk mendeteksi batu empedu dan mengkaji kemampuan kandung empedu untuk melakukan pengisian, memekatkan isinya, berkontraksi serta mengosongkan isinya. Oral kolesistografi tidak digunakan bila pasien jaundice karena liver tidak dapat menghantarkan media kontras ke kandung empedu yang mengalami obstruksi.

Smeltzer, 3. Sonogram Sonogram dapat mendeteksi batu dan menentukan apakah dinding kandung empedu telah menebal. Williams, 4. ERCP Endoscopic Retrograde Colangiopancreatografi Pemeriksaan ini memungkinkan visualisasi struktur secara langsung yang hanya dapat dilihat pada sat laparatomi.

Pemeriksaan ini meliputi insersi endoskop serat optik yang fleksibel ke dalam esofagus hingga mencapai duodenum pars desendens. Sebuah kanula dimasukan ke dalam duktus koleduktus serta duktus pankreatikus, kemudian bahan kontras disuntikan ke dalam duktus tersebut untuk menentukan keberadaan batu di duktus dan memungkinkan visualisassi serta evaluasi percabangan bilier. Pemeriksaan Darah a. Kenaikan serum kolesterol b. Kenaikan fosfolipid c. Penurunan ester kolesterol d.

Kenaikan protrombin serum time e. Kenaikan bilirubin total, transaminase f. Penurunan urobilirubin g. Peningkatan sel darah putih h. Peningkatan serum amilase, bila pankreas terlibat atau bila ada batu di duktus utama E. Penatalaksanaan non bedah a. Diit yang dianjurkan adalah tinggi protein dan karbohidrat. Farmakoterapi Asam ursodeoksikolat urdafalk dan kenodeoksikolat chenodial, chenofalk. Fungsinya untuk menghambat sintesis kolesterol dalam hati dan sekresinya dan tidak desaturasi getah empedu.

Pengangkatan batu empedu tanpa pembedahan Pengangkatan batu empedu : menginfuskan bahan pelarut monooktanoin atau metil tertier butil eter MTBE ke dalam kandung empedu. Pengangkatan non bedah : dengan lewat saluran T-tube dan dengan alat jaring untuk memegang dan menarik keluar batuyang terjepit dalam duktus koleduktus.

Extracorporal shock-wave lithotripsy ESWL : gelombang kejut berulang yang diarahkan kepada batu empedu yang gelombangnya dihasilkan dalam media cairan oleh percikan listrik. Efek samping : petekia kulit dan hematuria mikroskopis 2. Penatalaksanaan bedah a. Kolesistektomi : paling sering digunakan atau dilakukan : kandung empedu diangkat setelah arteri dan duktus sistikus diligasi. Minikolesistektomi : mengeluarkan kandung empedu lewat luka insisi selebar 4 cm. Kolesistektomi laparoskopik endoskopik : lewat luka insisi kecil melalui dinding abdomen pada umbilikus.

Koledokostomi : insisi lewat duktus koledokus untuk mengeluarkian batu empedu. Teraba masa pada kuadran kanan atas. Urine gelap, pekat. Feses waran tanah liat,steatorea. Tanda : adanya penurunan berat badan. Kolik epigastrium tengah sehubungan dengan makan. Nyeri mulai tiba-tiba dan biasanya memuncak dalam 30 menit. Kecenderungan perdarahan kekurangan vitamin K.

Pertimbangan : DRG menunjukan rerata lama dirawat: 3,4 hari. Administrasi analgetik :.

UNIX COMMANDS BY SUMITABHA DAS PDF

Laporan Pendahuluan / LP Cholelithiasis (Batu Empedu) lengkap Download Pdf dan Doc

Biasanya berhubungan dengan batu empedu yang tersangkut pada duktus kistik, menyebabkan distensi kandung empedu. ETIOLOGI Batu-batu kalkuli di buat oleh kolestrol, kalsiumdan bilirubin,disebabkan oleh perubahan pada komposisi empedu batu empeduh dapat terjadi pada duktus hepatica, dan duktus pancreas. Kristal dapat juga terbentuk pada submukosa kandung empedu menyebabkan penyebaran imflamasi. Batu pigmen kemungkinan akan terbentuk bila pigmen yang tak-terkonyugasi dalam empedu mengadakan prepitasi pengendapan sehingga terjadi batu. Batu ini bertanggungjawab atas sepertiga dari pasien-pasien batuempedu di amerika serikat. Resiko terbentuk batu semacam ini semakin besar pada pasien sirosis, hemoliss dan infeksi percabangan bilier. Batu ini tidak dapt dilarutkan dan harus dikeluarkan dengan jalan operasi.

DIDYMUS CONTINGENCY PDF

Laporan Pendahuluan Cholelithiasis (Batu Empedu), Download Pdf dan Doc

DEFINISI Kolelitiasis adalah inflamasi akut atau kronis dari kandung empedu, biasanya berhubungan dengan batu empedu yang tersangkut pada duktus kistik, menyebabkan distensi kandung empedu. Doenges, Marilynn, E Kolelitiasis adalah kalkulus atau kalkuli, batu empedu biasanya terbentuk dalam kandung empedu dari unsur-unsur padat yang membentuk cairan empedu. Batu empedu memiliki ukuran, bentuk dan komposisi yang sangat bervariasi. Smeltzer, Suzanne, C. Batu empedu dapat terjdi pada duktus koledukus, duktus hepatika, dan duktus pankreas.

CHROMATOGRAPHIE SUR COLONNE SIROP DE MENTHE PDF

LAPORAN PENDAHULUAN CHOLELITHIASIS

Penatalaksanaan Penanganan kolelitiasis dibedakan menjadi dua yaitu penatalaksanaan non bedah dan bedah. Ada juga yang membagi berdasarkan ada tidaknya gejala yang menyertai kolelitiasis, yaitu penatalaksanaan pada kolelitiasis simptomatik dan kolelitiasis yang asimptomatik. Intervensi bedah harus ditunda sampai gejala akut mereda dan evalusi yang lengkap dapat dilaksanakan, kecuali jika kondisi pasien memburuk Smeltzer, SC dan Bare, BG Larutan yang dipakai adalah methyl terbutyl eter. Larutan ini dimasukkan dengan suatu alat khusus ke dalam kandung empedu dan biasanya mampu menghancurkan batu kandung empedu dalam 24 jam. Kelemahan teknik ini hanya mampu digunakan untuk kasus dengan batu yang kolesterol yang radiolusen.

LULLABYE BILLY JOEL SHEET MUSIC PDF

Etiologi Etiologi batu empedu masih belum diketahui secara pasti, adapun faktor predisposisi terpenting, yaitu : gangguan metabolisme yang menyebabkan terjadinya perubahan komposisi empedu, statis empedu, dan infeksi kandung empedu. Perubahan komposisi empedu kemungkinan merupakan faktor terpenting dalam pembentukan batu empedu karena hati penderita batu empedu kolesterol mengekresi empedu yang sangat jenuh dengan kolesterol. Kolesterol yang berlebihan ini mengendap dalam kandung empedu dengan cara yang belum diketahui sepenuhnya untuk membentuk batu empedu. Statis empedu dalam kandung empedu dapat mengakibatkan supersaturasi progresif, perubahan komposisi kimia, dan pengendapan unsur-insur tersebut.

Related Articles